Sejarah Desa

Sejarah Desa

Sejarah Desa Sokosari tidak terlepas dari sejarah Masyarakat (SUKU) Jawa di Kabupaten Tuban. Desa ini sejak jaman dahulu bernama Desa Sokosari dengan lurah seumur hidup yang bernama  LADJER adalah Kepala Desa yang kharismatik, dan beliaunya dalam kehidupan sehari – hari juga sangat dekat dengan masyarakat.

Pada zaman Belanda, Desa Sokosari berbentuk desa yang terdiri dari tiga desa yaitu Desa Keplak, Desa Penganten dan Desa Losari, Tiap Desa dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang membawahi Dukuhan, RT dan RW yang dibantu oleh, Bayan, Petengan, Kamituwodan juga Jogo Boyo sebagai penanggungjawab Keamanan mereka menjalankan fungsinya masing – masing dengan baik, sebagai imbalan dari pelayanan mereka, masyarakatmenyediakan lahan sawah untuk diberikan kepada mereka (Sawah Ganjaran atau bisa juga disebut Sawah Bengkok) dan sawah tersebut sesuai hukum adat – istiadat diadakan sampai dengan sekarang dan hal tersebut tidak terpengaruh dengan adanya perkembangan Zaman  dikarenakan Sawah Ganjaran atau Tanah Bengkok tersebut adalah Hak asal usul, dan adat istiadat Desa yang pada saat ini juga dilindungi oleh Undang – Undang Republik Indonesia nomor 06 tahun 2014 Tentang Desa;

ASAL USUL (Legenda Desa)

Pada Masa setelah Kemerdekaan Desa Sokosari telah mengalami perubahan bahwa yang mana di Zaman Penjajahan Belanda dulu Satu Desa Sokosari dipimpin oleh tiga Kepala desa, pada masa Setelah kemerdekaan  ketiga Kepemimpinan Desa tersebut berubah menjadi satu desa disebut desa Sokosari dan dipimpin oleh satu orang Kepala Desa.

Dari berbagai sumber yang telah ditelusuri dan digali bahwa nama Sokosari ada 2 (dua) versi cerita :

  1.  Ditinjau dari segi kata dasar bahwa Sokosari terdiri dari Soko dan Losari. Adapun arti Sokosari adalah Soko sampai Losari ( Soko Nganti Ngelosari ) Dari hasil kemenangan pemilihan Kepala Desa ( Petinggi) yang terdiri dari penggabungan ketiga Desa yaitu Desa Keplak, Desa Penganten dan Desa Ngelosari yang dimenangkan oleh Petinggi Desa Keplak ( LADJER ).
  2. Pada Zaman penjajahan Belanda terjadi peperangan mengakibatkan pelarian pasukan dari pajang sampai ke wilayah Tuban,dalam pelarian tiga bersaudara tersebut adalah Abdul Rohman ( Pringgo loyo ),Abdul Rohim ( Pringgo Dani ), Pringgo Kusumo dan Siti Maisaroh ( Mbah Ayu ), sempat beristirahat dilokasi dan menanam bunga yang dinamakan bunga soko,konon menurut cerita bunga tersebut tidak bisa berbunga kalau ditanam diluar tanah cungkup soko dan sekaligus memberi nama dusun soko. Sehingga jika digabungkan menjadi Sokosari yang menyangkut tiga dusun.

 

Adapun Kepala Desa / Penjabat Kepala Desa yang pernah menjabat sejak masa kemerdekaan hingga sekarang adalah sebagai berikut :

No

Nama Kepala Desa

(Penjabat Kades)

Periode tahun/ bulan

Ket.

1.

 Ladjer

 Tahun ...... s.d 1951

 

2.

 Maeman

 Tahun 1951 s/d 1964

 

3.

 Suparman

 Tahun 1964 ( Selama 3 bulan )

 

4.

 Pj. Sardjo ( Kamituwo Nganten )

 Tahun 1964

 

5.

 Moestajam

 Tahun 1964 s/d 1969

 

6.

 PJ.Sardjo ( Kamituwo Nganten )

 Tahun 1969

 

7.

 Moenadjat

 Tahun 1969 s/d 1991

 

8.

 PJ.Wiyono ( Sek Des )

 Tahun 1991

 

9.

 Moenadjat

 Tahun 1991 s/d 1999

 

10.

 Pj. Wiyono ( Sek Des )

 Tahun 1999

 

11.

 Soedaryono

 Tahun 1999 s/d 2007

 

12.

 Pj. Wiyono ( Sek Des )

 Tahun 2007

 

13.

 H. Sutikno

 Tahun 2007 s/d 2013

 

14.

 Moh. Bakri ( Kasi Trantib )

 Tahun 2013

 

14.

 H. Edi Purnomo, SE.

 Tahun 2013 s/d 2019

 

15.

 Plh. Wiyono ( Sek Des )

 Tahun 2019

 

16.

 H. Edi Purnomo, SE

 Tahun 2019 s/d 2025